Aksi Budaya di Sidakkal: Seni Tradisi Jawa Tak Lagi Jadi 'Tontonan Kuno', Tapi Magnet yang Memikat Hati!
PADANGSIDIMPUAN – Kelurahan Sidakkal mendadak menjadi pusat perhatian. Bukan karena agenda seremonial biasa, melainkan karena ledakan energi budaya yang fenomenal. Perpaduan harmonis antara Seni Tari Jawa, Seni Jaran Kepang yang magis, dan tabuhan Seni Musik Gamelan dari Sanggar Langen Budi Utomo serta Sanggar Tri Laras, berhasil menyulap suasana syukuran warga menjadi pertunjukan budaya yang berkesan.
Aksi Nyata Merawat Marwah Budaya
Acara syukuran putri dari Bapak Hendry menjadi saksi bagaimana kesenian tradisional tetap memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu. Hendry, selaku tuan rumah, menegaskan bahwa keputusannya menghadirkan kesenian ini adalah bentuk tanggung jawab moral.
"Kesenian ini adalah warisan leluhur kita. Bukan sekadar tontonan, tapi identitas. Saya ingin memastikan anak cucu kita tetap mengenal akar budayanya sendiri. Dengan melibatkan kesenian dalam setiap acara, kita sedang menjaga nyawa budaya agar tetap ada dari zaman ke zaman," ungkap Hendry penuh bangga.
Kesaksian Warga: "Ini Baru Hiburan yang Mengobati Rindu"
Antusiasme warga Sidakkal terlihat nyata dari padatnya lokasi acara. Pak Habil, salah satu tokoh masyarakat setempat, mengaku sangat terkesan dengan suguhan yang ditampilkan.
"Jujur, sudah lama kami tidak melihat pertunjukan sehidup ini di Sidakkal. Melihat Jaran Kepang dan mendengar gamelan dimainkan secara langsung itu benar-benar mengobati kerinduan. Terima kasih kepada sanggar dan paguyuban yang sudah mau datang. Ini menjadi hiburan yang edukatif bagi anak-anak muda kita agar tidak lupa pada budayanya," ujar Pak Habil dengan antusias.
Apresiasi dan Masa Depan Kebudayaan
Apriyadi Syahputra, pengurus Sanggar Langen Budi Utomo, tak mampu menyembunyikan rasa senangnya atas kehangatan masyarakat Sidakkal. Menurutnya, kesanggupan masyarakat seperti Hendry untuk menjadi "penggerak budaya" adalah napas bagi para seniman dan usaha kreatif masyarakat (UKM).
Momentum ini semakin terasa sakral karena bertepatan dengan Hari Kelahiran Pancasila. Wahyu Diyono, S.Pd, Gr., selaku Pengurus Utama Organisasi Paguyuban DPD Krida Manunggal Budaya Sumut Padangsidimpuan yang juga sekaligus Ketua Sanggar Tri Laras Padangsidimpuan, melihat fenomena ini sebagai sinyal positif bagi masa depan kebudayaan di Padangsidimpuan.
"Melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa hari ini, kami di Organisasi Paguyuban Krida Manunggal Budaya Sumatra Utara Padangsidimpuan semakin mantap untuk merumuskan agenda kebudayaan yang lebih berkelanjutan. Sidakkal telah membuktikan bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tapi juga pengikat persatuan di masa kini dan masa mendatang. Semangat kebersamaan yang kita saksikan hari ini adalah ruh sesungguhnya dari Pancasila," tutup Wahyu Diyono.
Pertunjukan di Kelurahan Sidakkal ini sukses dan mampu membuktikan bahwa ketika masyarakat, seniman, dan organisasi bersatu, kebudayaan tradisional akan tetap jaya dan relevan menghadapi tantangan zaman.

